
Foto: Gedung Polda Metro Jaya (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Polda Metro Jaya telah meminta keterangan sopir taksi online berinisial RRP pada Selasa, 27 April 2026 dan Rabu, 29 April 2026 hari ini di Polres Bekasi Kota. Hal tersebut, diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
“Iya diagendakan hari ini, untuk driver taxi online inisial RRP diminta keterangan kemaren Selasa, 27 April 2026 dan Rabu, 29 April 2026 hari ini Polres Bekasi Kota,” kata dia saat dihubungi awak media.
Selain itu, ia menuturkan jika pihaknya bersama dengan KNKT bekerja sama untuk menyelidiki penyebab kecelakaan maut melibatkan taksi hijau, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi Senin, 27 April 2026 lalu.
“Sedang dalam penyidikan, berkoordinasi dengan KAI dan KNKT. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif," ucap Budi
Lebih lanjut, ia menuturkan jika saat ini pendalaman fokus pada kemungkinan kelalaian manusia atau gangguan sistem.
“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ucap dia.
Sebelumnya, Insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026. malam sekitar pukul 20.55 WIB, diduga bermula dari sebuah taksi yang menabrak kereta rel listrik (KRL) di perlintasan sebidang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan bahwa sebelum terjadi tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek 4 dengan KRL, rangkaian KRL lebih dahulu mengalami gangguan akibat temperan dengan kendaraan di jalur perlintasan langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL dekat Bulak Kapal,” ujar Franoto, Senin, 27 April 2026.
Akibat tabrakan awal tersebut, KRL berhenti di lintasan rel. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek 4 relasi Gambir–Surabaya Pasarturi melaju di jalur yang sama dari arah belakang.
Kondisi ini memicu tabrakan susulan karena kereta jarak jauh tersebut tidak dapat berhenti tepat waktu saat mendekati rangkaian KRL yang tengah berhenti.
“Temperan itu yang membuat KRL terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ucap Franoto.
Benturan antara kedua kereta tidak terhindarkan dan menyebabkan gangguan besar pada operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi dan sekitarnya. Jalur rel di lokasi kejadian untuk sementara tidak dapat dilalui.
Editor: Redaksi TVRINews
