
Dalami Kasus Korupsi Komoditas Timah, Kejagung Sita 238.848 Meter Persegi Lahan Smelter, 51 Ekskavator dan 3 Bulldozer
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah melakukan penyitaan terhadap ratusan ribu hektar lahan smelter serta 51 unit ekskavator dan 3 unit buldozer dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dalam tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) milik PT Timah Tbk mulai dari tahun 2015 hingga 2022.
"Tim Penyidik dan Tim Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI melakukan penyitaan terhadap beberapa smelter dengan total luas bidang tanah 238.848 meter persegi serta alat berat," kata Kepala Puisat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana, dalam keterangannya, Senin, 22 April 2024.
Penyitaan tersebut dilakukan oleh Tim Penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) bersama Tim Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, telah melakukan penelusuran aset di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kamis, 18 April 2024.
Ratusan ribu meter persegi lahan, kata Ketut, terdiri dari satu bidang lahan milik Smelter CV VIP dengan luas 10.500 meter persegi dan Smelter PT SIP yang juga memiliki beberapa bidang lahan dengan total luas mencapai 85.863 meter persegi.
" Kemudian, Smelter PT TI beserta beberapa bidang tanah dengan total luas 84.660 m2, Smelter PT SBS beserta beberapa bidang tanah dengan total luas 57.825 m2
Selain melakukan penyitaan terhadap lahan smelter, Kejagung juga telah menyita sejumlah alat berat lainnya, diantaranya 51 unit ekskavator dan 3 unit bulldozer.
Sebelumnya dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan 16 tersangka, di antaranya Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT) selaku Direktur Utama PT Timah periode 2016 hingga 2021), Harvey Moeis yang merupakan perpanjangan tangan dari PT RBT sekaligus Manager PT QSE, serta sosok yang dikenal sebagai crazy rich di Pantai Indah Kapuk (PIK) yakni Helena Lim.
Tak hanya itu, sejumlah aset barang lain juga telah disita dari para tersangka sebelumnya, termutama empat mobil mewah yang disita dari Harvey Moeis. Kejagung akan terus melakukan penyelidikan dan pengusutan lebih lanjut terkait kasus ini untuk mengungkap seluruh fakta dan keterlibatan pihak-pihak terkait.
Editor: Redaktur TVRINews
