
Tim gabungan dari Bea Cukai Kanwil Kepri, Koderal IV Batam, dan PSDKP Batam merilis kegiatan penggagalan penyelundupan 104.082 benih bening lobster senilai Rp11 miliar di Batam, Kepri, Rabu, 4/02/2026
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Aksi gabungan aparat Bea Cukai hingga TNI AL berhasil mengamankan BBL senilai Rp11 miliar yang hendak diselundupkan ke Malaysia.
Tim gabungan Bea Cukai Kantor Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) bersama TNI Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan 104.082 ekor benih bening lobster (BBL) senilai sekitar Rp11 miliar di perairan Pulau Teluk Bakau, Kota Batam.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri, Sodikin mengatakan penggagalan tersebut merupakan hasil pertukaran informasi dan pemantauan bersama Bea Cukai, Koderal IV Batam, serta PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Petugas mendeteksi sebuah kapal cepat jenis high speed craft (HSC) bermesin 4x200 PK yang bergerak dari Kabupaten Karimun. Saat didekati, kapal tersebut melakukan perlawanan,” ujar Sodikin di Batam, Rabu.
Ia menjelaskan, pelaku melempar kotak gabus berisi BBL ke arah kapal patroli dan berusaha melarikan diri menuju perairan Malaysia.
“Mereka melarikan diri dan berhasil mengkandaskan kapal di Pulau Teluk Bakau, Batam,” ujarnya.
Setelah kapal dikandaskan, para pelaku melarikan diri dan meninggalkan 21 kotak berisi BBL. Seluruh barang bukti berhasil diamankan oleh petugas gabungan.
Sodikin menegaskan, aksi tersebut melanggar Undang-Undang Kepabeanan, Undang-Undang Perikanan, serta Undang-Undang tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Sementara itu, Wakil Komandan Koderal IV TNI AL Laksamana TNI Ketut Budiantara menyatakan aparat penegak hukum berkomitmen menjaga dan melindungi kekayaan alam Indonesia, khususnya di wilayah Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Penggagalan ini menjadi bukti kuat sinergi aparat dan diharapkan memberi efek jera bagi pelaku penyelundupan,” katanya.
Selanjutnya, seluruh benih bening lobster yang diamankan diserahkan ke Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam untuk dibudidayakan.
Editor: Redaktur TVRINews
