
Menteri P2MI Apresiasi Kinerja BNN, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba di Kalangan Pekerja Migran
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Hal ini disampaikannya menyusul keberhasilan BNN memusnahkan hampir dua ton narkotika di Batam serta rencana pemusnahan 600 kilogram narkoba lainnya dalam waktu dekat.
"Apresiasi yang mendalam tentu kami sampaikan, khususnya kepada BNN dan Desk Pencegahan serta Pemberantasan Narkoba yang akhir-akhir ini sangat gencar melakukan upaya-upaya konkret," ujar Abdul Karding dalam konferensi pers pemusnahan barang bukti di kawasan kampung Boncos, Jakarta, Rabu 2 Juli 2025.
Menurutnya, narkoba adalah bentuk kejahatan luar biasa yang harus dilawan secara masif dan sistematis. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan.
"Langkah-langkah yang dilakukan BNN merupakan bagian penting dari gerakan anti-narkoba yang harus terus dibangun. Ini adalah perjuangan bersama untuk menjaga generasi kita dan keluarga kita dari jeratan narkoba," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Karding juga menyoroti keterlibatan segelintir pekerja migran Indonesia dalam jaringan peredaran narkoba. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama strategis dengan BNN untuk menekan keterlibatan pekerja migran dalam kasus narkotika, baik sebagai kurir maupun bandar.
"Kami tahu ada satu dua pekerja migran yang terseret dalam jaringan narkoba, mulai dari kurir hingga bandar. Ini menjadi PR besar bagi kami," jelas Karding.
Ia menegaskan pentingnya edukasi dan literasi bagi para pekerja migran agar tidak terjerumus dalam praktik ilegal tersebut. Kementerian P2MI, lanjutnya, tengah membangun sistem perlindungan yang lebih kokoh untuk meminimalisir risiko pekerja migran dijadikan alat oleh sindikat narkoba.
"Kerja sama dengan BNN akan terus diperkuat. Saat ini kami tengah menyusun gerakan yang lebih fokus dan terarah, terutama bagi pekerja migran," tegasnya.
Menutup pernyataannya, Abdul Karding mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam gerakan nasional melawan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, perjuangan ini tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum semata.
"Ini bukan hanya tugas BNN atau polisi. Ini tugas bersama. Semua pihak harus terlibat agar Indonesia benar-benar menjadi negara yang sehat, bersih, dan bebas dari narkoba," pungkasnya.
Baca Juga: Mentan Amran Pamer Capaian Beras Tertinggi ASEAN, Sri Mulyani Ikut Angkat Topi
Editor: Redaktur TVRINews
