
Foto: Ilustrasi depresi (Pixabay/fotorech)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Polisi menyebut sebelum membunuh sang istri Yanti (44), rupanya Tarsum (51) sempat ingin melakukan bunuh diri dengan membenturkan kepalanya hingga mendapatkan sembilan jahitan.
“Empat atau lima hari sebelum terjadi itu dia membenturkan kepalanya sampai dibawa ke rumah sakit dijahit hingga sembilan jahitan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis, Ajun Komisaris Polisi Joko Prihatin saat dihubungi, Rabu, 8 Mei 2024
Selain itu, ia menerangkan sebelum melakukan percobaan bunuh diri. Tarsum sudah menunjukkan gejala-gejala perubahan sikap.
“Gejala-gejala perubahannya sudah tiga atau empat hari sebelum kejadian (bunuh diri), akhirnya dengan kejadian dia membenturkan itu kemudian keluarganya ke puskesmas untuk dikontrol pelakunya,” bebernya
Lebih jauh, saat jalani observasi oleh pihak pukesmas dekat kediamannya tersangka mengaku jika dirinya sehat. Namun, lantaran Tarsum menunjukkan kegelisahan usai jalani observasi pihak memberikan obat penenang untuk di konsumsi tersangka.
“Semua sudah melakukan observasi, dikasih obat penenang. Karena ketika observasi kelihatan gelisah walaupun tersangka sendiri waktu itu diwawancara oleh puskemas dia bilang 'Saya tidak sakit, saya sehat saja kok'. Akhirnya dikasih obat terus belum dikontrol lagi sudah kejadian itu (Mutilasi),” terangnya
Usai membunuh dan memutilasi korban, tersangka memasukkin bagian tubuh korban ke dalam baskom dan menawarkan daging korban ke warga setempat.
“(Jadi korban) bukan bagi-bagi, setelah dia melakukan itu ada sebagian bagian tubuh yang dimasukkan baskom. Kemudian, ketemu salah satu saksi yang sudah diperiksa, kemudian dia menawarkan 'Nih dijual murah nih, daging Yanti' gitu saja,” ungkapnya
“Bukan ditawarkan terus datang ke rumah-rumah, enggak. Di sekitaran situ. Ya namanya orang kalap tahu sendiri, gitu lah cuma spontan bilang 'Nih nih nih' karena masih sambil pegang pisau pada takut, pada lari kan,” pungkasnya
Editor: Redaktur TVRINews
