
Foto: uang palsu siap edar (TVRINews/HO-Polda Metro Jaya)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Polda Metro Jaya melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) guna melakukan pengecekan terhadap sampel uang palsu siap edar senilai Rp22 miliar.
Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Agus Susanto Pratomo mengatakan, jika pihaknya telah menerima sampel uang tersebut dari Polda Metro Jaya pada Rabu, 19 Juni 2024 lalu. Dimana, ada sebanyak 1.000 lembar uang pecahan 100.000 yang dikirimkan.
Usai diteliti keasliannya, kata Agus uang uang pecahan 100.000 edisi 2016 tersebut merupakan uang palsu.
"Dan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bank Indonesia, menunjukkan bahwa seluruh sampel yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya itu merupakan uang tidak asli," ujarnya, Jakarta Selatan, Minggu, 23 Juni 2024.
"Secara rinci, mana saja dari hasil pemeriksaan laboratoris terkait dengan pecahan 100.000 tahun edisi 2016, kami sudah sampaikan kepada Polda, rincian yang mana saja yang kemudian unsur-unsur pengamannya tidak ada dan lain sebagainya," sambungnya.
Lantaran hal tersebut, pihak BI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu memastikan keaslian uang dengan menggunakan metode 3D yang sudah sering didengar yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
"Maupun dengan alat bantu sederhana yaitu dengan UV maupun kaca pembesar," jelas dia.
Kemudian, ia juga akan memberikan sosialisasi terkait pembedaan uang palsu dan uang asli kepada publik melalui kanal-kanal komunikasi di Bank Indonesia seperti media sosial.
"Bank Indonesia juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat uang rupiah yang merupakan simbol negara, guna memudahkan masyarakat dapat melalui keaslian uang rupiah. Terakhir Bank Indonesia senantiasa mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah dengan unsur pengamanan yang tidak dapat ditiru," ucapnya.
"Namun mudah ditangani oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk perlindungan uang rupiah dari upaya pemalsuan, unsur pengamanan ini secara kontinu selalu disesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini dan disosialisasikan oleh bank Indonesia di seluruh wilayah NKRI dan juga dapat dilihat di dalam website," sambung Agus.
Baca Juga: Kasus Emas Crazy Rich Surabaya, Kejagung Periksa Pejabat PT Antam Tbk
Editor: Redaktur TVRINews
