TVRINews, Jakarta
Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, memanggil Pengamat Politik, Rocky Gerung untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus pencemaran nama baik Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Tanggapi hal tersebut, Rocky Gerung menyatakan dirinya hadir dalam pemeriksaan tersebut.
“Akan (hadir),” katanya saat dihubungi awak media, Rabu, 6 September 2023.
Berdasarkan pantauan tvrinews.com, Rocky Gerung tiba di Bareskrim Polri dengan mengenakan kemeja biru muda, dan tas ransel sekira pukul 10.07 WIB.
Tak hanya itu, Rocky Gerung menerangkan, dirinya sempat menunda kehadirannya saat di panggil Dittipidum lantaran ia sedang memberi kuliah di sebuah Persantren di Sukabumi.
“Harusnya Senin kemarin, tapi saya minta ditunda. Karena, saya masih kasih kuliah di Pesantren di Sukabumi dan nggak mungkin dibatalin,” ucapnya.
“Saya minta tolong Bareskrim untuk tunda hari ini,” terusnya.
Selain itu, Rocky mengatakan, mengapa hal tersebut dibesar-besarkan. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap ini masaah kecil.
“Kata pak Jokowi, ini masalahnya kecil. Tapi, kenapa kenapa dibawa ke markas besar Polri (Mabes Polri),” sebutnya sambil tertawa kecil.
“Yasudah tidak apa, tunggu aja sampai selesai. Artinya gue disini mau ikut,” pungkasnya.
Baca juga: Rafael Alun Bacakan Eksepsi Hari Ini atas Dakwaan TPPU
Sebagai informasi, Saat ini beredar sebuah video viral di media sosial, yang memperlihatkan Rocky Gerung sedang berorasi di depan massa buruh pada hari Sabtu, 29 Juli 2023.
Video tersebut, menimbulkan beberapa pihak menilai yang diucapkan Rocky Gerung mengarah ke penghinaan terhadap Presiden.
Lantaran hal tersebut, sejumlah elemen masyarat menyambangi Bareskrim Polri dan Polda Jajaran untuk melaporkan Rocky Gerung.
Salah satu yang melaporkan Rocky Gerung yakni, Relawan Indonesia Bersatu pada hari ini, Selasa, 1 Agustus 2023 di Polda Metro Jaya.
Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu, Lisman Hasibuan mengatakan, pihaknya melaporkan Rocky Gerung dan Refly Harun terkait UU ITE.
Tak hanya itu, Lisman menuturkan, dirinya sebagai masyarakat merasa terganggung dengan ucapan yang dilontarkan oleh Rocky Gerung di channel YouTube Refly Harun.
“Dalam konten itu, Rocky Gerung berpidato mengatakan rangkaian Jokowi ke Cina terkait masalah dia melanjutkan program IKN. Setelah itu, keluarg kata-kata baj***n, tol, peng**t,” ucap Lisman.
“Apa yang disampailan, tidak pantas. Seorang Rocky Gerung, mengatakan presiden sebagai baj***n, tol, peng**t. Beliau kan sebagai kepala negara, saya sebagai masyarakat biasa. Pastinya kami sebagai masyarakat biasa kan terganggu dengan situasi ini,” terusnya.










