TVRINews, Jakarta
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menuturkan jika pemilik 996 senjata yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan (Jaksel) sudah meninggal dunia pada tahun 2020 lalu. Tak hanya itu, kepemilikan ratusan senjata tersebut diketahui terkait dengan seseorang berinisial DS.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika penyelidikan kasus senjata ini difokuskan untuk menelusuri asal-usul serta status kepemilikan senjata tersebut.
"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, menemukan bahwa saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020, sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” katanya
kepada awak media termasuk tvrinews.com di Mapolda Metro pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia mengatakan, jika saat ini penyidik memfokuskan penyelidikan untuk menelusuri asal-usul senjata serta memastikan legalitas kepemilikannya. Di mana, Direktorat Intelkam bersama Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan pendalaman pada Rabu 5 Agustus 2026.
Dalam proses tersebut, lanjut dia penyidik menemukan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan impor senjata jenis softgun maupun senapan angin.
"Terkait tentang proses penelusuran, pendalaman oleh Direktorat Intelkam dan Polres Metro Jakarta Selatan, pada Rabu 5 Agustus, pihak yayasan kembali melakukan pemeriksaan. Jadi, ada pemeriksaan-pemeriksaan ini kalau ditemukan terkait tentang surat impor. Terkait surat impor SI/5483/XII/2008, ini ada impor terkait tentang softgun ataupun senapan angin,” bebernya









