TVRINews, Bandar Lampung
Aksi perusakan dan pembakaran terjadi di kantor perusahaan perkebunan sawit PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) yang terletak di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu kemarin. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sejumlah bangunan di area perusahaan dilaporkan hangus terbakar.
Peristiwa bermula ketika puluhan warga yang berasal dari tiga kampung di Kecamatan Anak Tuha mendatangi area kantor perkebunan dengan membawa tongkat bambu dan senjata tajam. Kobaran api tampak membumbung tinggi dan menghanguskan sejumlah bagian gedung.
Merespons kejadian tersebut, ratusan petugas gabungan dari Polres Lampung Tengah langsung dikerahkan untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna meredam situasi dan menenangkan massa.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan, menjelaskan bahwa aksi anarkis tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara pihak perusahaan dan masyarakat setempat terkait pengelolaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
"Pemicunya sebenarnya persoalan ini kan sudah lama ya. Sudah datang ke Sarun dan kebetulan kemarin kenapa tiba-tiba meningkat secara spontanitas. Masyarakat menilai perusahaan melakukan panen sawit tanpa seizin masyarakat," ujar AKBP Charles Pandapotan dalam keterangannya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia menambahkan, masyarakat tidak terima karena menilai persoalan antara perusahaan dan warga belum terselesaikan. Di satu sisi, perusahaan memiliki legalitas HGU, sementara di sisi lain masyarakat mengklaim bahwa lahan tersebut merupakan tanah ulayat atau tanah adat yang belum pernah dijual atau dikerjasamakan dengan pihak perusahaan.
"Sehingga pemicunya dengan adanya kegiatan dari perusahaan menarik maju kebun sawit milik masyarakat tanpa izin, masyarakat mengalami pengrusakan dan pembakaran oleh masyarakat sekitar," imbuhnya.
Akibat insiden tersebut, tercatat ada delapan unit bangunan di area kebun yang mengalami kerusakan dan terbakar, yang di antaranya meliputi bangunan mes karyawan, kantor, hingga gudang perusahaan. Hingga saat ini, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian telah berangsur










