TVRINews, Jakarta
Kejaksaan Agung (Kejagung) mengonfirmasi telah melakukan penggeledahan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina (Persero).
"Ada, di pihak yang terkait ya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna kepada awak media, dikutip Selasa, 5 Agustus 2025.
Adapun penggeledahan dilakukan pekan lalu di sejumlah lokasi, termasuk rumah dan kantor para tersangka dalam klaster pertama dan kedua kasus ini.
Salah satu penggeledahan diketahui berlangsung di Jakarta pada 1 Agustus 2025. Meski membenarkan adanya penggeledahan, Anang tidak merinci lokasi yang disasar.
Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka. Salah satu nama yang mencuat adalah pengusaha migas Mohammad Riza Chalid, yang hingga kini belum ditahan.
Ia diketahui berada di luar negeri saat ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2025 bersama delapan orang lainnya.
Data imigrasi menunjukkan Riza meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 6 Februari 2025 dengan tujuan Malaysia, dan belum kembali.
Tersangka lainnya adalah anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Andrianto, yang merupakan pemilik manfaat (beneficial owner) PT Navigator Khatulistiwa dan pemilik PT Orbit Terminal Merak (OTM).
Berikut daftar nama lain yang turut terseret dalam kasus ini di antaranya:
* Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023
* Sani Dinar Saifuddin, Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional
* Yoki Firnandi, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping
* Agus Purwono, VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional
* Maya Kusmaya, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga
* Edward Corne, VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga
* Dimas Werhaspati, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan PT Jenggala Maritim
* Gading Ramadhan Joedo, Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT OTM
* Alfian Nasution, VP Supply dan Distribusi PT Pertamina
* Hanung Budya Yuktyanta, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina
* Toto Nugroho, VP Integrated Supply Chain
* Dwi Sudarsono, VP Crude and Trading PT Pertamina tahun 2019–2020
* Arief Sukmara, Direktur Gas Petrochemical Pertamina International Shipping
* Hasto Wibowo, VP Integrated Supply Chain tahun 2019–2020
* Martin Haendra, Business Development Manager PT Trafigura tahun 2019–2021
* Indra Putra, Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi
Kasus ini menjadi salah satu skandal besar di sektor energi nasional yang melibatkan jaringan luas pejabat dan pelaku usaha. Penyidikan masih terus berjalan dengan kemungkinan penetapan tersangka baru serta langkah hukum lanjutan terhadap pihak-pihak yang berada di luar negeri.










