TVRINews, Jakarta
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri sampai saat ini, masih terus mendalami jejak sindikat narkoba di klub malam White Rabbit. Di mana, Polisi kini memburu Tosan yang diduga sebagai pemasok utama dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Tak hanya itu, Bareskrim Polri menerbitkan DPO Nomor DPO/48/IV/2026/Dittipidnarkoba sejak 9 April 2026. Tosan diketahui merupakan rekan dari bandar narkoba Andre Fernando alias The Doctor.
“Tosan berperan sebagai penyuplai narkoba di THM White Rabbit, Jakarta. Yang bersangkutan saat ini berada di Malaysia,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso
Lebih lanjut, ia mengatakan jika Tosan merupakan pria kelahiran Medan, 15 September 1986, dengan ciri fisik tinggi 170 cm, berat badan 70 kg, kulit putih, rambut hitam lurus, mata bulat, hidung mancung, serta bibir tebal.
Sebelumnya, pelarian Andre Fernando alias The Doctor (32) telah berakhir setelah ditangkap di Malaysia. Di mana, dia diamankan saat bersembunyi di sebuah hotel mewah di Penang bersama seorang perempuan warga negara Kazakhstan.
Penangkapan dilakukan di Crowne Plaza Penang Straits City, Butterworth. Saat digerebek, The Doctor berada di kamar nomor 1923 bersama perempuan berinisial BR.
“Yang bersangkutan berada di Crowne Plaza Penang Straits City, Jalan Bagan Luar, Butterworth, Pulau Penang di kamar nomor 1923 bersama satu orang perempuan kewarganegaraan Kazakhstan,” ungkap Eko
Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan paspor milik tersangka sehingga proses deportasi sempat tertunda. Pemulangan baru dapat dilakukan setelah KJRI Penang menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).
Dalam pemeriksaan, The Doctor mengaku sempat melarikan diri setelah mengetahui dirinya menjadi buronan. Ia juga membuang telepon genggam di jalan tol dari Kuala Lumpur menuju Selangor guna menghilangkan jejak.
Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa tersangka menggunakan rekening bank swasta sebagai sarana penampungan dan perputaran dana hasil transaksi narkotika.
“Diketahui bahwa rekening tersebut digunakan sebagai rekening penampungan dan perputaran dana yang berkaitan dengan transaksi narkotika serta transaksi lain yang digunakan sebagai sarana penyamaran aliran dana,” kata Eko.
Saat ini, The Doctor telah dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Andre Fernando diketahui bukan pemain baru dalam jaringan narkoba. Ia disebut sebagai pemasok untuk dua jaringan besar, yakni jaringan Erwin Iskandar alias Koko Erwin serta peredaran narkoba di tempat hiburan malam White Rabbit.
Nama Koko Erwin sebelumnya sempat mencuat setelah diduga menyetor uang sebesar Rp2,8 miliar kepada eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Ia sendiri ditangkap di Tanjung Balai saat diduga hendak melarikan diri ke Malaysia.
Kasus ini juga menyeret nama anggota polisi lainnya. AKP Malaungi disebut pernah menerima 488 gram sabu dari Koko Erwin di sebuah hotel di Kota Bima pada akhir 2025, yang dikaitkan dengan dugaan suap sebesar Rp1 miliar.
Sementara itu, di Jakarta, jaringan The Doctor diketahui menyusup ke klub malam White Rabbit di kawasan Gatot Subroto. Polisi sebelumnya telah menggerebek lokasi tersebut.
Dalam operasi itu, petugas mengamankan lima orang tersangka, yakni dua bandar Farid Ridwan dan Erwin Septian, serta tiga karyawan White Rabbit, yaitu Rully Endrae sebagai supervisor, Memo Hasian Nababan alias Sean sebagai captain, dan Rizky Fridayanti alias Kiki yang bekerja sebagai server.
Pengembangan kasus terus berlanjut hingga menyeret pihak manajemen. Polisi kemudian menangkap pemilik White Rabbit Alex Kurniawan bersama Manajer Operasional Yaser Leopold Talahatu.
Hingga kini, penyidik masih terus mendalami jaringan tersebut, termasuk memburu Tosan yang diduga menjadi salah satu kunci dalam rantai distribusi narkotika lintas negara.










