TVRINews, Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan orang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan setelah operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Mereka termasuk Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, total ada 10 orang yang saat ini menjalani pemeriksaan di KPK. Rinciannya, sembilan orang dibawa dari Klaten dan satu orang lainnya diamankan di Jakarta.
"Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta tersebut, di antaranya adalah Bupati Klaten dan juga Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah. Sehingga total yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan ada 10 orang, jadi sembilan orang yang dibawa dari Klaten dan satu orang yang diamankan di wilayah Jakarta," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.
Budi mengatakan saat ini pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka masih diperiksa. Adapun identitas pihak yang ditetapkan sebagai tersangka akan diumumkan dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung sore nanti.
"Untuk pihak-pihak yang kemudian ditetapkan untuk bertanggung jawab atau ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers rencana sore ini," ujar Budi.
Selain mengamankan sejumlah orang, KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai senilai sekitar Rp1,9 miliar. Penyidik juga mengamankan sebuah tong yang diduga digunakan untuk menampung atau menyimpan uang terkait perkara tersebut.
"Untuk barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, di antaranya ada uang tunai senilai sekitar Rp1,9 miliar. Kemudian tadi teman-teman juga melihat ada tong atau ember yang kemudian juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, bahwa ember atau tong tersebut diduga yang digunakan bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang," pungkasnya.










